Pemprov Lampung Lahirkan ASN Unggul Lewat PKA Latsar CPNS 2026

Jihan Nurlela sematkan tanda peserta PKA I/II dan Latsar CPNS XIV/XV di Aula BPSDMD Lampung
Wagub Lampung Jihan Nurlela menyematkan tanda peserta PKA Angkatan I/II dan Latsar CPNS Angkatan XIV/XV di Aula BPSDMD Lampung, Senin (15/6/2026). Foto: Diskominfotik Lampung

LAMPUNG SELATAN – Wakil Gubernur (Wagub) Lampung Jihan Nurlela menegaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) tak cukup hanya menjalankan fungsi administratif. ASN harus menjadi penggerak perubahan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pelayanan publik.

Begitu kata Wagub Jihan saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I/II serta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Angkatan XIV/XV di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Lampung, Senin (15/6/2026).

Jihan mengingatkan dinamika pembangunan saat ini bergerak cepat. Teknologi, perubahan sosial, dan disrupsi global menuntut birokrasi mampu menghadirkan solusi cepat, efektif, dan inovatif.

“Pemerintah tak bisa lagi bekerja dengan pola lama. Kita harus mampu melompat lebih cepat dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi,” ujar Jihan.

SDM Unggul dan Adatif

Dia menegaskan, ASN harus memahami visi pembangunan Lampung, yakni “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas”. Penjabaran visi itu lewat tiga misi utama, yaitu pembangunan ekonomi kuat, penguatan sumber daya manusia, serta kehidupan masyarakat yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“Setiap unit kerja harus mampu menghubungkan tugas dan fungsinya dengan visi pembangunan daerah. ASN harus jadi fasilitator keberhasilan program-program pembangunan yang telah ditetapkan,” tegas Jihan.

Menurutnya, Lampung harus optimal manfaatkan bonus demografi. Sekitar 68 persen penduduk berusia produktif, Lampung punya kans besar percepat pembangunan bila mampu meningkatkan kualitas sumber daya  manusia (SDM).

“Jangan sampai bonus demografi berubah jadi beban demografi. Kuncinya pada kualitas SDM unggul, adaptif, dan siap menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.

Transformasi Birokrasi

Jihan menekankan pentingnya transformasi birokrasi tak hanya berorientasi reformasi administratif, tapi juga perubahan paradigma menyeluruh.

Reformasi, ibarat Wagub, sebagai perubahan dari ulat menjadi kepompong, sedangkan transformasi merupakan perubahan kepompong menjadi kupu-kupu.

Jihan juga memaparkan sejumlah capaian dan tantangan pembangunan. Dia menyebut pertumbuhan ekonomi Lampung triwulan I tahun 2026 mencapai 5,58 persen, menjadi tertinggi kedua di Sumatera. Inflasi terkendali dan tingkat pengangguran berada di bawah rerata nasional.

Namun, kata dia, masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan, terutama terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tingkat kemiskinan, kualitas pendidikan, dan infrastruktur.

Jihan mengajak seluruh peserta pelatihan menjadi ASN profesional, berintegritas, inovatif, dan memiliki peduli tinggi terhadap pembangunan daerah.

“Jangan jadikan profesi ASN sebagai pekerjaan rutin semata. Jadikan setiap hari kerja sebagai kontribusi nyata untuk kemajuan Lampung dan kesejahteraan masyarakat,” pesannya. (kmf)

Related posts

Leave a Comment